"Bro...lu kalau nak masuk Universiti belajar tinggi-tinggi... pastu last sekali jadi setan. Takda guna bro... Gua sayang kat lu... gua kalau boleh tak nak tengok lu terkancah dalam dosa-dosa besar nie... budak ada otak... tapi macam setan... kepala dia lain sikit... manipulasi sana... manipulasi sini...songlap sana-sini. Dia boleh kata dia Genius...rupanya Genius itulah ujian Tuhan buat dirinya....wuuu ngeri kan..." sambil gua duduk memerhati silih berganti barisan demi barisan insan-insan sedang sibuk berbaris menunggu giliran."Bro... senang ceritalah gua katakan. Mak bapak kita hantar belajar jauh-jauh nie... belajar tinggi-tinggi... supaya kita boleh beza betul atau salah... cukup itu jee... pastu 'setup' kepala otak kita nie untuk buat perkara yang betul.. itu je. Tak susah pun..." sikit gaya ustaz gua terang kat dia.
"Gua bukan ustaz bro... tapi Tuhan dah siap beri hati kat diri kita masing-masing. Fitrah manusia buat perkara betul akan rasa tenang dan buat perkara jahat akan rasa bersalah... tidak tenteram... betul tak ?" Soal gua...
"Betul" deras bunyi nya kerna dia sedang enak mengunyah keropok buatan si nyonya.
"Der... dah terlanjur lu bagi khutbah kat gua nie.. semalam baru je Ustaz tu kata...hidup kita nie perlu sederhana... biar setiap masa muncul sifat berharap kepada Tuhan...nak makan berharap bantuan Tuhan... belajar mengharap bantuan Tuhan... setiap masa lah katakan... bila dah ada perasaan ini... barulah kita sentiasa berhubung dengan Tuhan."terangnya...

"Pergh... inilah gua punya sahabat...fuiyo !!! Bangganya sampai gua nak bungkus lu dalam frame ni pastu gantung kat dinding... boleh bagi tazkeerah free..hehe" gua membalas.
"Okay... this is the last thing u should know bro... u see the sun flowers in front my house...right.???"
"Yeay"
"Imagine our life like the life of this kind of plant...It will grow higher and higher.. u see... then what is inside and outside of his body...??? " I'm asked.
"I don't know..."He said. Still wondering what type of question his friend is asking right now.
"Okay listen here bro... One is inside the earth... the roots of that plan...referring to our soul... your soul.. u punya dalaman... my soul too... and the second one is above this land..if i can say start from the stem till it's smaller leaf... that is our attitudes...gua punya perangai... the more we grow...become older... the more higher the plant grow...And what u expect up there?" as well my hand showing right to the blue skies.
"What ?" He asked again.
"Of course lah... Pemandangan yang indah... atau dalam bahasa Bugisnya an awesome scenery...but dont forget the risk of being higher then others. Angin kencang, puting beliung, storm,kilat, and all kind of that is more chances hit or get through to the person up there... u see..
Terakhirnya... mau bagi tau kita nie...anak-anak muda... satu masa nanti kita akan jadi seseorang...tumbuhlah setinggi mana pun... yang penting akar kehidupan itu mesti kukuh... kerna kita lah orang yang pertama... lapisan terawal akan merasa cuaca-cuaca kehidupan ini... Beres Bro !!!." Gua menambah.
"Lu kalau nak basah..mandi hujan..boleh terus terpacak kat sini..okay. Gua nak masuk dalam nie..hehe."
"Der... sampai hati.... tunggu lah jap... start motor nie.. wei !!! "

No comments:
Post a Comment