Sunday, March 7, 2010

Dia...

Manusia Bugis dilahirkan begitu...
Roh perwira tinggalan moyang...
Tidak mungkin digalang ganti...
Biar seribu tahun berganti.

Manusia ini dijadikan begitu...
Agama dijunjung adat dikendong...
Bersatu sebati menjadi darah...
Menjadi nadi hingga ke tanah.

Manusia Bugis begitu sifatnya...
Kental juang rajin usaha...
"Mewatang Makkareso" tak kira dimana...
Keras hati bersemangat waja...
Tinggi peribadi baik pekertinya...
Besar ego mulia hatinya...
Panjang akal luas langkahnya.

Manusia ini dijadikan begitu...
Dicabar jangan , dihina pun jangan...
Ulu pedang jadi taruhan...
Rela mati pertahan maruah...
"Sirri" dijaga "pesse" dipelihara...
Derita saudara ditanggung sama.

" Pada idi pada elo...
Sippatottong Sippatuo..."

"Bagusnya sajak mu... kau buat sendiri kah ? " sambil mulutnya deras menghirup bakso mee kasar buatan si mas joko.

"Kalau iya, kau percaya kah ?" tajam matanya mengharap sedikit kepercayaan bakal timbul.

"mmm... kalau iya aku mau belanja lagi 1 bakso untuk kau." Cendol itu masih lagi mengeluarkan asap-asap kesejukan dikala matahari masih tegak berdiri.

Terkadang mukanya samar-samar dek sinaran matahari dan tempias keringat pagi hari.

"mmm... nda cakap... aku tambah lagi satu falsafah." jelasnya.

"apa dia ?" soalnya.

"masirri... meluaseng ki'..... haha... tambah 1 lagi ya mas baksonya...haha". Dia ketawa....

1 comment:

 

Web Page Traffic Counter
Directory Listing